Informasi Kayu Jati

December 11, 2008

Para pengusaha mebel menanggapi keputusan pemerintah menaikkan harga kayu Jati gelondongan sebesar 27% per meter kubik dengan menaikkan harga produk mereka.

Menurut fungsionaris Asosiasi Mebel Indonesia (Asmindo) Provinsi DI Yogyakarta, Agung Budiono di Yogya, Jumat, kenaikan yang berlaku sejak Januari 2005 itu sempat ditolak oleh pengusaha kayu maupun mebel.

Akibatnya ketika dilakukan lelang kayu jati di Semarang, Yogya dan Solo, tidak ada pengusaha kayu dan mebel yang membeli atau bahkan hanya menawar sekalipun.

“Saat ini memang ada perundingan antara pengusaha dengan pemerintah tentang kenaikan harga kayu jati tersebut. Sedangkan harga kayu jati gelondongan di pasar saat ini mencapai Rp6-7 juta/meter kubik ,” ujarnya.

Ia mengatakan, sekarang menjual mebel hanya menghasilkan keuntungan sekitar 5% dan jika diproduksi sendiri bisa capai 10%.

Karena itu, kenaikan harga kayu jati tersebut dikhawatirkan mengakibatkan pengusaha mebel terancam gulung tikar. Jika usaha mereka tutup, banyak tenaga kerja yang akan mengaanggur dan menjadi beban pemerintah.

Menurut dia, jumlah pohon kayu jati makin berkurang tetapi tetap ada penanaman baru dan kini untuk mengatisipasi kelangkaan dan mahalnya harga kayu jati banyak pengusaha mebel beralih menggunakan kayu jenis lain seperti Mahoni.

Sementara itu, keadaan pasar mebel di Yogyakarta stabil dan tidak seramai menjelang Lebaran. Jenis mebel yang sedang trend saat ini adalah model semi antik.

Mebel untuk pasar dalam negeri memang cenderung mengikuti mode, katanya.

Menyinggung mengenai ekspor mebel, ia menilai saat ini cukup sulit sebab pembeli luar negeri sangat teliti dalam hal kualitas dan harus tepat waktu dalam pengiriman. Saat menerima pesanan 1-10 unit, pengusaha Indonesia masih mampu memenuhinya dengan kualitas yang baik, tapi saat harus mengerjakan 100 ribu unit, mereka tidak bisa lagi melayani dengan kualitas yang baik dan pengiriman tepat waktu.

Sehingga jika harus diekspor maka dipastikan diklaim oleh pengusaha di luar negeri, kata Agung Budiono


Tips membersihkan keramik

October 10, 2008

Jika lantai keramik Anda saat ini terkena noda yang sulit dibersihkan, Anda tidak usah gundah gulana :D . Gunakanlah belimbing wuluh untuk membersihkannya. Belimbing wuluh lebih sering digunakan sebagai pelengkap bumbu makanan dan sayuran. Buah ini memiliki rasa yang asam sekali. Belimbing sayur ini memang berkadar asam tinggi, sehingga mampu menghilangkan noda. Baik di lantai, dinding maupun perabotan yang terbuat dari keramik. Trik ini murah, cepat dan mudah dilakukan.

  • Saat membersihkan noda di lantai, selain menggunakan belimbing wuluh, lengkapi juga dengan sikat plastik atau sikat gigi, lap kering atau basah, sabun colek dan sarung tangan plastik.
  • Gunakanlah bagian daging belimbing wuluh untuk digosokkan ke permukaan keramik secara merata. Diamkan selama 10 menit agar kadar asamnya bekerja.
  • Lalu gosok menggunakan sikap plastik gerakan satu arah. Vertikal atau horisontal. Gosok terus sampai noda terangkat.
  • Bagian nat keramik bersihkan dengan sikat gigi. Jika perlu tambahkan sabun pembersih untuk hasil optimal.
  • Langkah terakhir lap dengan kain basah atau kering. Lakukan langkah pembersihan ini secara perlahan dan sedikit di tekan sampai lantai keramik bersih.

Jangan menggunakan belimbing wuluh yang masih terlalu muda dan terlalu tua. Gunakan belimbing wuluh yang sudah matang dan berkadar asam tinggi, tapi tidak terlalu tua. Belimbing yang terlalu tua, kadar asamnya sudah berkurang. Sedangkan belimbing yang masih muda kadar asamnya belum terlalu tinggi. Jangan menggunakan air sewaktu menggosok belimbing wuluh di permukaan lantai keramik, sebab air akan mengurangi kadar asam


3 PRINSIP MENATA AKSESORIS INTERIOR RUMAH

September 2, 2008

Selain furniture, di dalam rumah terdapat juga aksesoris berupa pigura, vas, patung, lukisan, cermin, kerajinan, dan aksesoris lainnya. Fungsinya bukan hanya untuk mengisi ruang kosong. Aksesoris bisa untuk menciptakan suasana tertentu yang kita inginkan di dalam ruangan. Secara berkala kita harus menata ulang susunan aksesoris tersebut untuk menciptakan kesan (mood) yang baru. Ada 3 prinsip yang harus diperhatikan pada saat kita menata aksesoris interior ruangan.

  1. Prinsip Harmoni dan Kontras

    Kita harus mengatur tata letak aksesoris secara berkala. Sebab, dalam mengatur komposisi aksesoris rumah, yang harus dihindari adalah kebosanan. Hal ini harus harus dilakukan agar kita mendapatkan suasana yang lebih fresh. Jangan semua aksesoris ditampilkan. Jika semua dipajang maka ruangan akan terasa sumpek dan penuh. Suasana yang kita inginkan pun akhirnya tidak tercapai. Jadi berhati-hatilah dalam memilih semua koleksi aksesoris. Sebaiknya pertimbangkan prinsip harmoni dan kontras ketika memajangnya.

    Mulailah menata aksesoris yang punya kesamaan. Baik kesamaan dalam warna, jenis maupun gaya (style). Cobalah lakukan eksplorasi sampai mendapatkan keharmonisan. Selanjutnya yang perlu dipertimbangkan adalah aspek kontras. Pilihlah aksesoris yang berbeda (kontras) untuk disandingkan bersama aksesoris yang sudah terpajang dengan harmonis. Hal ini untuk memunculkan irama, keberagaman, dan penegasan komposisi.

  • Prinsip Skala dan Bentuk

    Sesuaikan ukuran antara aksesoris dengan tempat dimana aksesoris itu akan dipajang. Misalnya, asbak kayu berukuran besar tentu tidak cocok ditempatkan di atas meja berukuran mungil. Banyak orang yang menempatkan aksesoris berukuran kecil pada tempat yang besar / lebar. Sebetulnya hal ini bisa diakali dengan memberikan aksesoris lain sebagai penyeimbang. Misalnya Anda bisa menggunakan sejenis alas dari kayu, rotan, atau kain. Tempatkan oleh aksesoris utama (yang berukuran kecil) tersebut di atasnya. Trik ini dimaksudkan untuk memunculkan aksesoris yang terlalu mungil itu sebagai objek utama.

  • Layer
    Ketika menyusun komposisi mulailai dengan aksesoris yang lebih besar, lebih tinggi, atau sesuatu yang berkesan lebih kuat. Tempatkan aksesoris tersebut bukan pada titik pusat media penempatan. Dapat diletakkan agak ke kiri atau ke kanan dari pusatnya. Hal ini memang agak nyeleneh tapi justru di situlah letak keindahan komposisinya Terkadang keindahan datang dari sesuatu yang ‘melawan’ kebiasaan.

    Jadikan posisi aksesoris tersebut sebagai titik pusat. Lanjutkan dengan menyusun objek-objek yang lain. Lakukan dengan tetap memperhatikan 3 prinsip dasar di atas.

  • Beranilah untuk melakukan eksplorasi dalam menyusun komposisi. Untuk menilai apakah komposisi Anda sudah sesuai atau belum, amati komposisi tersebut pada jarak terentu dari berbagai sudur (angle). Bisa dari samping kiri dan kanan, atas, atau bawah. Eksplorasi yang terus menerus dilakukan akan melatih intuisi dan feel Anda.